Jumat, 08 April 2016

Kenali penyebab Sesak napas

Bernafas merupakan hal penting bagi kelangsungan hidup manusia. Namun apa jadinya jika kita mengalami gangguan dalam bernafas atau sesak nafas? Pastinya hal itu bisa menurunkan kualitas hidup kita.

Sesak nafas sendiri adalah kondisi ketika Anda kesulitan dalam bernafas atau tidak cukup mendapat asupan udara. Ada beberapa penyebab yang memungkinkan Anda sesak nafas. Ingin tahu apa saja penyebabnya?

Seseorang mengalami sesak nafas bisa karena faktor obesitas, berolahraga terlalu berat, berada di tempat dengan suhu ekstrem, atau berada di daerah dengan ketinggian tertentu. Namun jika sesak nafas disebabkan oleh gangguan kesehatan, maka bisa disebabkan oleh:

↔ Pilek.

↔ Alergi.

↔ Asma.

↔ Anemia.

↔ Sinusitis.

↔ Tuberkulosis.

↔ Tekanan darah rendah.

↔ Patah tulang rusuk.

↔ Keracunan karbonmonoksida.

↔ Pneumonia (paru-paru basah).

↔ Kanker paru-paru.

↔ Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

↔ Gangguan pada jantung seperti gagal jantung, serangan jantung, atau aritmia jantung.

Dari kondisi yang telah disebutkan di atas, penyebab umum yang kerap memicu kondisi sesak nafas adalah asma, penyakit yang berhubungan dengan paru-paru dan jantung. Sesak nafas yang disebabkan oleh kondisi tersebut biasanya berlangsung dalam jangka panjang.

Untuk mengetahui penyebab sesak nafas yang Anda rasakan, sebaiknya kunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Pemeriksaan fisik dan berbagai tes juga akan dilakukan, contohnya tes darah, X-ray rongga dada dan tes pernapasan spirometri.

Pada pernapasan spirometri akan diketahui berapa banyak udara yang bisa Anda hembuskan dan seberapa cepat Anda menghembuskannya. Tes ini juga bisa dijadikan alat untuk mendiagnosis apakah Anda mengidap PPOK atau tidak.

Tes alergi juga mungkin bisa membantu dokter mengetahui penyebab sesak nafas . Salah satu penyebab utamanya adalah asma, tapi pemicu terbesar asma adalah alergi. Pada sebagian kasus, dokter akan menggunakan metode CT scan atau X-ray guna mengetahui kondisi jantung, paru-paru, serta tulang Anda.

Mengetahui penyebab pasti mengapa Anda sesak nafas sangat penting karena akan dijadikan patokan untuk menangani sesak nafas yang dialami secara efektif.

Bagaimana Cara Menanganinya?

Penanganan sesak nafas tidak sama pada tiap individu. Oleh karena itu dibutuhkan diagnosis yang tepat mengenai penyebab sesak nafas. Jika Anda mengalami sesak nafas karena asma atau alergi, maka yang perlu Anda lakukan adalah menghindari unsur-unsur pemicu, seperti debu, asap rokok, polusi udara, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari. Jaga selalu kebersihan rumah Anda agar terbebas dari debu, kutu, atau tungau.

Mengonsumsi obat-obatan juga bisa Anda lakukan untuk menangani sesak nafas akibat alergi, seperti dekongestan dan antihistamin. Kedua obat ini bisa memperlancar proses menghirup udara. Jika alergi Anda sudah parah, kemungkinan akan diberikan obat hirup steroid. Obat hirup ini juga bisa diterapkan oleh penderita sinusitis.

Penderita asma juga bisa ditangani dengan obat-obatan yang dihirup atau diminum. Tujuannya membantu meringankan atau mencegah obstruksi jalan nafas dan produksi lendir yang berlebihan. Jika Anda menjalani pengobatan dengan obat hirup, pastikan pasokannya memadai dan alatnya bekerja dengan baik.

Berhenti merokok juga bisa memperlancar pernafasan Anda. Selain itu, merokok juga bisa memberikan dampak lain, yaitu risiko terkena penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan kanker.

Menjalani diet juga bisa dilakukan jika Anda mengalami sesak nafas karena obesitas. Dengan menurunkan berat badan ke tingkat yang sehat, pernapasan bisa lebih lega. Hindari pula aktivitas berat ketika berada di tempat dengan ketinggian lebih dari 1500 meter.

Bagi Anda yang mengalami sesak nafas akibat penyakit serius, mungkin harus menjalani perawatan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu dari dokter. Konsultasikan kepada dokter mengenai pengobatan apa yang tepat untuk Anda.

Jika Anda mengalami sesak nafas diiringi demam tinggi, menggigil, batuk, bengkak di kaki, warna bibir menjadi biru, atau sesak nafas yang kian memburuk, langsung konsultasi dokter secepatnya. Semoga lekas sembuh!

Cc: alodokter.com

Rabu, 30 Maret 2016

Malaria

Transmission of Malaria
How malaria disease transmission from human to another human being is:
✏Lewat transplant organs from people with malaria. For this reason, the person who will perform organ transplants should check his health completely.
✏Pemakaian of needle-long performed by alternately
✏Lewat blood donation or blood transfusion
✏Dari pregnant women suffering from malaria which is also likely to transmit malaria to the unborn baby. And cases like this also also called malaria derivative or congenital diseases.

symptoms of Malaria
For symptoms of malaria, usually marked by chills, fever, headache, nausea, vomiting, diarrhea, and also joint pain and feels sore on the body. And the mild symptoms of malaria will be divided into three stages namely are:

Stadium cold
For cold stage, then the patient will experience symptoms such baisanya cold and shivering remarkable, besides the pulse would be noticeably faster, but will occur with the weak. Additionally, lips and fingers that will appear blue.

Stadium fever
To phase of this stage then the patient will usually feel hot, facial redness, skin a bit dry, vomiting and headaches. The body temperature can usually reach around 40 degrees Celsius and even more. Sometimes patients will also experience spasms. Such symptoms will usually last for at least 2-4 hours.

Stadium sweating
At the stadium sweat sufferers usually feel her malaria will always sweating. Body temperature that occurs is usually below average so will cause the temperature of the body turned cold. Because they often feel the sweat, it is usually the patient also often feel thirsty and weak state of their bodies.

As for the symptoms of severe malaria, it is usually the symptoms are:
¶ Fainting or loss of consciousness
¶ Often delirious
¶ Speak with words is wrong and can not be controlled properly
¶ Experiencing spasms
¶ Dehydration
¶ Shortness of breath or breathing rapidly

How to prevent malaria that can be done is to avoid themselves from mosquito attack by maintaining personal hygiene or also maintain the cleanliness of your surroundings so that mosquitoes do not carry out breeding. If you're doing a visit to the region which is famous as the place endemic malaria, then you should take medicine malaria Chloroquine is functioning in doing a deterrent so that the parasite does not enter into our bodies.

How to Treat Malaria
How to treat malaria are:

Modern
Make checks to the doctor. And the doctor will usually advise you to stay away from isolated areas and also very far from the cause of malaria.

Traditional
How to treat malaria traditionally is to use papaya leaves. The trick is to grab some papaya leaves and the water is boiled three times a day. Do this in an orderly manner at least do every day and are sure that you will be cured.

Cc: penyakitmalaria.org

Sabtu, 26 Maret 2016

Hepatitis

Banyak jenis hepatitis yang harus kalian ketahui, ada hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Dan tingkatannya pun semakin  berbeda, jika semakin bertambah huruf hepatitisnya, semakin besar pula tingkatannya. Obat hepatitis pun juga dapat diatasi dengan brotowali yang cara penggunanannya dengan cara direbus, yang sudah  dibersihkan, dan terakhir minum setiap hari. Cara pencegahannya dapat dilakukan dengan cara menjaga tubuh dan lingkungan dengan baik, terutama pada asupan makan. dan sebelum atau sesudah makan. Hendaklah membersihkan tangan, karena penularan dapat terjadi melalui keadaan tangan yang kotor.

Penderita hepatitis adalah penyakit yang terjadi menyerang pada bagian tubuh, sehingga menimbulkan kelemasan. Banyak yang belum mengetahui penyaki hepatitis itu seperti apa. Hepatitis itu dapat disandingkan dengan penyakit liver atau kanker hati dan juga bisa dikaitkan dengan penyakit kuning. Dalam hal penyakikit hepatitis ini bisa berbahaya apabila tidak diatasi dengan tindakan yangn cepat. penyebab hepatitis dapat disebakan oleh virus atau bakteri yang cara penularannya pun sangat gampang, hanya dengan melewati makanan, lingkungan, dan pola hidup yang tidak sehat.

Gejala penyakit hepatitis

Hepatitis ini mempunyai beberapa gejala atau ciri cirinya. Dan gejala penyakit hepatitis pada orang dewasa dan anak anak adalah :

Pusing kepala
Pusing kepala ini akan terjadi pada siapa saja, bagi yang pernah mengalami hal seperti ini harus lebih diwaspadai karena bisa mendatangkan yang namanya gejala penyakit hepatitis pada siapa saja. Dan pusing kepala ini bisa berujung dengan penyakit vertigo, apabila tidak diatasi dengan segera. Pusing kepala ini bisa disebabkan dengan berbagai macam penyebab salah satunya adalah telat makan dan kurangnya istirahat. Maka dari itu kalian harus pintar pintar menjaga kondisi tubuh dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami hepatitis.

Sakit perut
Sakit perut ini, bisa diakibatkan oleh makanan makanan yang pedas. Makanan yang pedas ini juga bisa dijadikan sebagai obat sariawan dan juga bisa menyebabkan penyakit diare. Gejala penyakit hepatitis adalah juga bisa mengalami sakit pada bagian perut. Sakit pada bagian perut ini akan dialami pada siapa saja, baik anak anak ataupun dewasa. Yang penting untuk kalian adalah harus bisa menjaga diri kalian sebaik mungkin, supaya hepatitis tidak dapat dialami oleh tubuh Anda.

Hilangnya nafsu makan
Gejala penyakit hepatitis adalah akan hilangnya nafsu makan. nafsu makan yang hilang bukan karena hepatitis saja, tetapi penyakit tifus pun akan mengalami gejala yang sama. Sebenarnya penyakit itu, semuanya mempunyai gejala yang perlu kita tangani dengan cepat, supaya tidak mengalami penyakit tersebut. jika tidak dialaminya maka penyakit ini akan menyebar. Itulah salah satu gejala yang harus perlu diperhatikan untuk masalah hepatitis.

Cokelatnya pada urine yang dikeluarkan
Warna urine akan berubah menjadi cokelat, hal inilah yang dimasukkan kedalam kategori gejala penyakit hepatitis yang akan terjadi. Maka dari itu, jika sudah mengalami gejala seperti ini, harus buru buru untuk melakukan penanganan, supaya hepatitis ini tidak menjalar pada tubuh kaliaan. Apalagi pada tubuh anak anak yang mudah rentan terhadap penyaki apa saja, seperti orang orang yang sudah berusia senja atau tua.

Rasa lelah yang mudah terjadi
Rasa lelah itu pada dasarnya dialami oleh semua orang, yang sering dialami akibat terlalu banyak beraktifitas. Dan rasa lelah itu akan muncul juga ketika kalia tahu, bahwa lelah ini merupakan gejala penyakit hepatitis pada anak ataupun pada orang dewasa. Lelah, letih, lesung, cape, lunglai adalah kalimat yang beda kata tetapi mempunyai satu makna dan satu arti. Jagalah diri kalian baik baik, agar tidak mudah mengalami hepatitis ini, yang hepatitis ini dapat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian apabila dalam melakukan pengobatan sangat telat untuk dilakukan.

Kuningnya seluruh tubuh
Kuningnya pada tubuh, atau bisa dikatakan dengan penyakit kuning dapat dijadikan sebagai gejala penyakit hepatitis pada orang dewasa ataupun anak anak. Gejala ini harus lebih diwaspdai untuk semua orang, agar tidak mengalami hal seperti ini. kuningnya pada kulit itu, juga  dapat disebabkan oleh adanya penyakit liver. Yang penyakit liver adalah penyakit yang terjadi pada bagian hati yang mengalami peradangan dan pembengkakan.

Mual yang sering dialami
Gejala penyakit hepatitis  adalah mual yang sering dialami. Mual ini bisa terjadi pada siapa pun, yang tidak dapat menjaga diri dengan sebaik mungkin. Dan mual ini juga mempunyai penyebab, mengapa terjadi hal seperti ini. penyakit maag, masuk angin, atau penderita tipes, juga pasti akan mengalami kemualan pada bagian perut. Makannya jangan pernah meremehkan penyakit yang keci, karena penyakit yang kecil itu, mbisa aaja menjadi besar.

Penyakit diare
Penyakit diare ini bisa disebabkan dengan berbagai macam faktor penyebab. Faktor lingkungan dan faktor makanan merupakan penyebab yang paling utama. Pada faktor lingkungan biasanya lingkungan yang kotor dan jorok itulah yang bisa menyebabkan penyakit diare dan jika dari makanan adalah makanan yang kotor yang tidak tahu asal usulnya makanan itu dibuat. Dan gejala penyakit hepatitis itu dapat disebabkan oleh penyakit diare.

Penularan Penyakit Hepatitis

^Alat pribadi
Alat alat pribadai seperi sikat gigi dan juga handuk bisa terkena virus hepatitis. Sehingga jika menggunakan alat tersebut maka akan dengan mudah untuk terkena penularan penyakit hepatitis.

^Darah
Dengan darah yang di miliki oleh penderita penyakit hepatitis akan sanga memungkinan untuk terjadi penularan penyakit hepatitis. Yang mentranfusi darah dengan darah yang telah tercemar oleh virus hepatitis maka kemungkinan nya sangat besar untuk tertular penyakit hepatitis. Yang kontak langsung dengan darah tersebut juga bisa tertular, dan kemungkinan terkena oleh petugas yang mengatur.

^jarum suntik
Penularan penyakit hepatitis juga dapat denga mudah dari jarum suntik. Dan jarum suntik yang memungkinkan untuk menjadi penularan hepatitis adalah jarum yang telah di gunakan secara bersama sama hingga akan sangat mudah virus memasuki tubuh lalu menginfeksi nya.

Obat penyakit hepatitis alami

Selain dengan pernyataan yang ada diatas, ada beberapa macam atau jenis obat penyakit hepatitis alami dan ampuh. Dan berikut obat alaminya adalah :

Dengan menggunakan bambu kuning
Salah satu obat penyakit hepatitis alami adalah dengan menggunakan bambu kuning. Cara menggunakan bambu kuning ini untuk mengobati hepatitis adalah dengan cara ditumbuk pangkal bambu kuning, yang sudah ditambahkan dengan daun nanas dan adas pulowaras. Setelah itu tambahkan setengah air dan minumlah ramuan bambu kuning dengan rutin dan teratur. Cara ini sangat mudah untuk digunakan dan diterapkan bagi siapa saja, yang bahan bahan ini tidak ada efek sampingnya. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan dengan baik dan benar, agar hepatitis ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada intinya hepatitis ini bisa menimbulkan bahaya jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

∆ Dengan menggunakan daun nanas
Salah satu obat penyakit hepatitis alami adalah dengan menggunakan daun nanas. Cara menggunakan daun nanas ini untuk mengobati hepatitis adalah dengan cara ditumbuk, yang sudah ditambahkan pangkal dari bambu kuning dan adas pulowaras. Setelah itu tambahkan setengah air kedalam ramuan daun nanas dan terakhir minumlah ramuan daun nanas ini dengan rutin dan teratur. Cara ini sangat mudah untuk digunakan dan diterapkan bagi siapa saja , yang bahan bahan ini tidak ada efek sampingnya. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada intinya hepatitis ini bisa menimbulkan bahaya jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Dengan menggunakan adas pulowaras
Salah satu obat penyakit hepatitis alami adalah dengan menggunakan adas pulowaras. Cara menggunakan adas pulowaras ini untuk mengobati hepatitis adalah dengan cara ditumbuk yang sudah ditambahkan denan daun nanas dan bambu kuning yang hanya diambil pangkalnya saja. Setelah itu tambahkan setengah air kedalam ramuan adas pulowaras dan terakhir minum air ramuan adas pulowaras ini dengan rutin dan teratur. Cara ini sangat mudah untuk digunakan dan diterapkan bagi siapa saja yang bahan bahan ini tidak ada efek sampingnya. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada intinya hepatitis ini bisa menimbulkan bahaya jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Dengan menggunakan tiram
Salah satu obat penyakit hepatitis alami adalah dengan menggunakan tiram. Cara menggunakan tiram ini untuk mengobati hepatitis adalah dengan cara direbus yang telah dicampurkan dengan daun seledri, yang sebelumnya bahan bahan tersebut sudah dibersihkan. Terakhir minum air ramuan tiram ini dengan rutin dan teratur. Cara ini sangat mudah untuk digunakan dan diterapkan bagi siapa saja, yang bahan bahan ini tidak ada efek sampingnya. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada intinya hepatitis ini bisa menimbulkan bahaya jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

∆ Dengan menggunakan akar licorice
Salah satu obat penyakit hepatitis alami adalah dengan menggunakan akar licorice. Cara menggunakan akar licorice ini adalah dengan cara direbus sampai matang, yang sebelumnya akar licorice sudah dibersihkan terlebih dahulu. Minumlah air ramuan akar licorice ini dengan rutin dan teratur. Cara ini sangat mudah untuk digunakan dan diterapkan bagi siapa saja, yang bahan ini tidak ada efek sampingnya. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada intinya hepatitis ini bisa menimbulkan bahaya jika tidak segera daiatsi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Cc:penyakithepatitis.org

Sabtu, 19 Maret 2016

Gejala TBC, Penyebab dan Cara Pengobatan Penyakit TBC

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.

Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang 2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Potoooo

Laporan tersebut juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.

Gejala Penyakit TBC

Penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah.

Agar bisa mengantisipasi penyakit ini sejak dini, berikut gejala-gejala penyakit tuberculosis yang perlu Anda ketahui.

Gejala utama

Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih.

Gejala tambahan yang sering dijumpai

Dahak bercampur darah/batuk darah
Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada
Demam/meriang lebih dari sebulan
Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas
Badan lemah dan lesu
Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan

"Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosis karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeri pada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa," tambah dr Arifin Nawas Sp(P), salah seorang tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan di tempat sama.

Menurutnya, untuk memastikan seseorang terkena TB atau tidak, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung (BTA) dan gambaran radio logis (foto rontgen).

Penyebab Infeksi TBC

Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang "tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.

Pengobatan Penyakit TBC

Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah paru/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat.

Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.

Jika pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC (resisten). Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan "keras". Hal ini harus dihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.

Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning.

Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada dokter setiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya harus diatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit TBC dapat dicegah dengan cara:
Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.

Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.
Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.
Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya.

Semoga informasi mengenai gejala penyakit TBC, faktor penyebab dan cara pencegahan di atas bermanfaat buat anda yang membutuhkan informasi tersebut.

Cc: gejalapenyakitmu.blogspot.com

Selasa, 15 Maret 2016

Makanan untuk penderita maag kronis dan gastritis kronis

Maag atau dispepsia (indigestion) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan pada perut bagian atas. Salah satu penyebab maag adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Apabila tidak ditangani dengan benar, dapat berlanjut menjadi maag kronis.

Dikatakan sebagai maag kronik apabila telah berlangsung lebih dari tujuh hari dalam sebulan. Gaya hidup terkait makanan menjadi salah satu kunci penting dalam menangani maag. Beberapa jenis makanan dan minuman sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit ini.

Makanan yang sebaiknya dihindari antara lain cokelat, mint, dan alkohol. Ketiganya dapat membuat maag menjadi makin buruk. Selain itu, aneka makanan pedas, asam, dan kopi juga bisa memperburuk maag pada beberapa orang. Seseorang yang mengalami maag kian buruk setelah makan makanan tertentu sebaiknya menghentikan konsumsi makanan tersebut untuk memastikannya.

Salah satu penyebab maag adalah peradangan pada lambung atau gastritis. Pada gastritis kronis, rasa nyeri di perut dapat berlangsung terus menerus. Selain kopi dan alkohol, penderita gastritis kronis sebaiknya menghindari gorengan dan makanan yang diolah menggunakan minyak.

Bagi penderita maag kronis, termasuk yang disebabkan oleh gastritis kronis,  beberapa makanan di bawah ini berpotensi membantu menangani kondisi yang diderita.

·Peppermint
      Makanan lain yang mungkin bisa membantu penderita maag kronis adalah peppermint. Bahan ini diduga mampu menenangkan beberapa jenis gangguan pencernaan dengan cara merelaksasi otot-otot perut dan meningkatkan aliran empedu. Namun, teh peppermint mungkin juga merelaksasi otot antara eofagus dan lambung yang dapat menyebabkan refluks kian memburuk. Dengan begitu, disarankan untuk mengonsumsi peppermint dalam bentuk tablet salut untuk menghindari relaksasi otot antara esofagus dan lambung. Selain itu, peppermint dalam bentuk minyak mungkin juga dapat mengurangi ketegangan perut dan perasaan penuh pada perut.

·Teh Chamomile
      Dalam pengobatan tradisional, chammoline sudah lama digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan. Menurut penelitian ilmiah, ada cukup bukti untuk mengonfirmasi hal tersebut. Teh dari bahan ini kemungkinan efektif untuk menyembuhkan gangguan pencernaan dan meringankan gejalanya pada beberapa orang.

·Yoghurt
      Yoghurt tertentu mungkin dapat membantu melawan bakteri penyebab gastritis dan tukak lambung. Jenis yoghurt yang sedang dikembangkan para peneliti Jepang ini mengandung antibodi terhadap bakteri H. pylori.
      Salah satu penyebab tukak lambung adalah bakteri H. pylori atau bagi mereka yang terlalu sering mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya. Untuk tukak yang disebabkan oleh H. Pylori, pengobatan bisa dilakukan dengan obat antibiotik dan penekan asam. Yoghurt sendiri diharapkan oleh para peneliti bisa menjadi alternatif pengobatan maag.
      Di dalam sebuah percobaan, para ilmuwan melibatkan 42 orang yang terinfeksi bakteri H. pylori. Sejumlah peserta kemudian diberikan yoghurt yang mengandung antibodi H. pylori sebanyak tiga kali sehari selama sebulan. Sementara itu, beberapa peserta diberikan yoghurt tanpa antibodi dengan dosis yang sama. Hasilnya, bakteri H. pylori berkurang secara signifikan pada pasien maag yang mengonsumsi yoghurt dengan tambahan bakteri antibodi.

·Probiotik
      Untuk keseimbangan bakteri baik dan bakteri buruk di dalam sistem pencernaan tubuh, pertimbangkanlah untuk mengonsumsi probiotik. Probiotik adalah istilah untuk mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik pada kesehatan bila dikonsumsi. Selain yogurt, beberapa jenis makanan yang mengandung probiotik adalah kefir dan kimchi (asinan sayur yang difermentasi).
      Probiotik mungkin dapat menjadi solusi jika keseimbangan bakteri dalam perut dan usus mengalami gangguan akibat konsumi obat atau penyakit. Karena produk ini memang berfungsi untuk membantu menyeimbangkan bakteri dalam pencernaan. Dengan kembalinya keseimbangan tubuh, maka gangguan pencernaan akan bisa diatasi. Hanya saja, konsultasikanlah dengan dokter dalam memilih produk yang mengandung probiotik. Dengan pertimbangan dokter, pemilihan produk ini akan lebih tepat dan lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Selain itu, Anda dapat mencoba mengonsumsi kunyit saat gejala maag muncul. Jahe bila dikonsumsi sekitar satu jam sebelum makan juga berkemungkinan untuk mempercepat pengosongan perut, sehingga membantu terhindar dari munculnya gejala maag.

Meski makanan-makanan di atas mungkin berguna untuk membantu para penderita maag kronis, sebaiknya jangan dijadikan andalan untuk kesembuhan penyakit tersebut. Untuk pengobatan maag kronis, lakukan konsultasi dengan dokter agar mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Cc:alodokter.com

Orang-orang dengan diabetes dapat mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) jika tubuh tidak memiliki cukup gula untuk dijadikan sumber energi. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk diet, obat-obatan, aktivitas, penyakit organ hati atau ginjal, konsumsi alkohol, dan tindakan operasi di rongga perut.

Gejala hipoglikemia biasanya baru akan terasa bila gula darah mencapai 70 mg/dL atau lebih rendah lagi. Setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda. Gejala awal biasanya meliputi:

· Sulit konsentrasi
· Pusing
· Gemetar
· Lapar
· Nyeri kepala
· Mudah marah
· Berdebar-debar
· Pucat
· Berkeringat dingin
· Lemas
· Gelisah
Bila tidak segera diatasi, akan timbul gejala yang lebih berat, seperti rasa kebas di mulut dan lidah, pingsan hingga koma. Bila hipoglikemia terjadi pada malam hari, orang yang mengalami hipoglikemia tersebut akan terbangun di pagi hari dengan rasa lemas atau nyeri kepala. Orang tersebut mungkin juga akan mengalami mimpi buruk atau keringat dingin pada malam harinya.

Perhatikan apakah ada obat-obatan yang sedang dikonsumsi yang dapat menurunkan gula darah. Terapi insulin dan obat antidiabetes yang disebut sulfonilurea dapat menyebabkan hipoglikemia. Yang termasuk sulfonilurea antara lain: glimepiride, glipizide, glibenclamide, dan gliclazide. Hipoglikemia juga bisa terjadi karena konsumsi alkohol atau obat allopurinol, aspirin, probenecid, atau warfarin bersamaan dengan obat antidiabetes.

Hipoglikemia juga bisa terjadi jika jumlah makanan yang dikonsumsi lebih sedikit daripada dosis insulin yang digunakan atau bila makan terlambat atau jarak waktu makan dengan pemakaian insulin yang terlalu lama.

Pada orang yang sedang dalam pengobatan dengan insulin, disarankan untuk makanan ringan sebelum tidur agar terhindar dari hipoglikemia pada saat bangun tidur.

Bila muncul tanda-tanda hipoglikemia, segeralah makan makanan yang banyak mengandung gula atau karbohidrat, misalnya permen, buah segar, susu, minuman ringan (soft drink), atau madu. Jika dalam 15 menit gejala hipoglikemia tidak menghilang atau bahkan tidak berkurang, makan lagi atau segera hubungi dokter. Jika gejala berkurang tetapi masih ada, makan lagi sampai gejala benar-benar hilang.

Jika ada orang pingsan karena hipoglikemia, orang tersebut harus segera mendapat perawatan di unit gawat darurat terdekat. Jangan pernah mencoba memberikan makanan pada orang yang pingsan atau hampir pingsan karena bisa menyebabkan orang tersebut tersedak.

Jika merasa mengalami gejala hipoglikemia, hindari melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan cedera seperti menyetir, mengangkat benda berat, naik tangga dan sebagainya.

Pada orang dengan diabetes, hipoglikemia dapat dicegah. Caranya adalah sebagai berikut.

° Makan sesuai dengan jadwal yang ditentukan
° Makan minimal tiga kali sehari diselingi dengan makanan ringan
° Jarak antara dua waktu makan atau makanan ringan tidak lebih dari 4-5 jam
° Makan atau makanan ringan 30 menit sampai 1 jam sebelum olahraga atau aktivitas berat
° Perhatikan dosis insulin sebelum memakainya
° Memeriksakan kadar gula darah secara teratur

Cc : doktersehat.com

Jumat, 11 Maret 2016

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Stroke

,Stroke merupakan kegawatan medis. Pada tahun 2008, data dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa sebanyak 17,3 juta jiwa penduduk Indonesia harus terenggut nyawanya karena stroke.

Penyebab Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah di otak berhenti seketika.  Dalam hitungan menit, sel otak mulai mati.  Terdapat 2 jenis stroke. Pertama, stroke iskemik, merupakan stroke yang paling sering terjadi. Stroke iskemi merupakan aibat dari adanya jendalan darah yang menyumbat pembuluh darah. Kedua, stroke hemoragik, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah mengalir keluar.  Ada yang disebut dengan “Stroke Mini” atau Transient Ischaemic Attacks (TIA). TIA ini terjadi ketika aliran darah di otak hanya berhenti sebentar.

Gejala Stroke

Mati rasa tiba-tiba atau kelemahan wajah, lengan atau kaki (terutama pada satu sisi tubuh)
Kehilangan kesadaran tiba-tiba, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
Masalah tiba-tiba melihat pada satu atau kedua mata
Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi
Sakit kepala parah tiba-tiba tanpa diketahui penyebab
Ingat, satu kata kunci untuk gejala stroke: onsetnya TIBA-TIBA

Pengobatan Stroke

Jika mendapati diri Anda atau anggota keluarga mengeluhkan gejala-gejala tersebut seketika, Anda harus pergi segera ke rumah sakit mengingat stroke merupakan suatu kegawatan medis. Penatalaksanaan awal yang biasa dilakukan di UGD adalah membaringkan pasen dan memfleksikan kepala (menekuk leher ke arah depan) 30 derajat, lalu dilakukan CT-scan sebagai pemeriksaan standar baku emas untuk menentukan apakah ini stroke iskemik atau stroke hemoragik, karena obat untuk keduanya amatlah berbeda. Prinsip pengobatan stroke iskemik adalah melarutkan bekuan darah atau sedangkan stroke hemoragik adalah untuk menghentikan pendarahan. Rehabilitasi pasca stroke membantu individu mengatasi cacat yang dihasilkan dari kerusakan stroke. Sedangkan TIA sendiri merupakan “alarm” terhadap stroke sehingga meskipun pasien dengan TIA akan “sembuh” seperti sediakala dalam waktu <24 jam, pasien dengan TIA tetap harus mengkonsumsi obat pengencer darah yang didapatkan dari dokter serta menjaga pola hidup agar terhindar dari stroke.

Ketika stroke menyerang, maka tubuh akan jatuh ke dalam risiko kematian. Sekalipun bertahan hidup, maka pasien akan mengalami kecacatan.  Mengingat efek kecacatan dan kematian yang tinggi dari stroke, maka sebaiknya Anda menghindari faktor-faktor risiko stroke. Periksa tekanan darah dengan rutin. Salah satu faktor risiko stroke adalah tekanan darah tinggi. Selain itu, kurangi makanan berminyak dan berlemak untuk menurunkan kolestrol. Orang yang pernah terkena serangan jantung juga berisiko terkena stroke lebih besar, maka, jaga kesehatan jantung dengan olahraga yang cukup.  Jika Anda merokok, kurangi, bahkan sebisa mungkin hentikan. (dr. Ursula Penny)

Cc: doktersehat.com